Barcelona versus FC Bayern : Lionel Messi, Pembeda Sesungguhnya

bentuk-dasar-15-menit-pertama
Bentuk dasar di 15 menit awal pertandingan

Barcelona bermain dengan tim terkuatnya. 4 bek sejajar terdiri dari Dani Alves, Gerard Pique, Javi Mascherano, dan Jordi Alba. Tugas 2 bek sayap (Alves dan Alba) adalah, memastikan mereka maju ke depan saat Barcelona menyerang dan memastikan area di wilayah sayap atau half-space terisi dengan benar.

Di lini tengah, Sergio Busquets, Ivan Rakitic, dan Andres Iniesta merupakan trio gelandang tengah yang tugas utamanya adalah berperan sebagai support, mereka harus mampu menyeimbangkan bentuk permainan, terutama ketika Lionel Messi dan Neymar keluar dari posisinya (di area sayap) untuk mengisi area tengah. Rakitic di kanan dalam dan Iniesta di kiri dalam. Ketika Messi bergerak ke zona 14 (area operasi nomor 10), Rakitic (atau Alves) akan bertukar tempat dengannya, mengisi ruang yang ditinggalkan Messi. Sebuah kombinasi yang hampir sama juga dilakukan di sisi kiri. Ketika Neymar masuk ke tengah (invert), Iniesta yang akan menutup ruang yang ditinggalkan. Jordi Alba berlari ke depan dan membuka pertahanan Bayern lewat sisi kiri luar.

Di depan, Messi merupakan pemain dengan peran bebas. Dia memulai pergerakan dari sisi kanan, sebagai seorang gelandang serang kanan dan masuk ke tengah. Terkadang, Messi bergerak turun ke posisi nomor 8 di lapangan tengah atau bermain layaknya si nomor 10 yang juga menjadi pengatur serangan tim di 1/3 akhir pertahanan lawan. Suarez merupakan penyerang tengah dan Neymar sebagai penyerang sayap kiri,

Pep Guardiola memilih bermain dengan 3 pemain belakang. Boateng di tengah, dengan Rafinha dan Benatia di sisi kiri dan kanan. Bernat sebagai bek sayap kiri dan Thiago Alcantara (secera mengejutkan) dimainkan di pos bek sayap kanan, tetapi dengan tugas yang berbeda dengan bek sayap konvensional pada umumnya. Bisa disebut sebagai false wing back yang banyak mengisi area kanan dalam ketimbang menyisir area kanan luar. Xabi Alonso kembali terpilih sebagai nomor 6 yang begerak di depan 3 pemain belakang.

Babak pertama

Luis Enrique, seperti yang sudah-sudah, meminta timnya untuk lakukan pressing dengan blok permainan tinggi. Mereka lakukan pressing pada Bayern sekaligus mempersempit area kerja lawan di lini tengah. Tujuannya sudah jelas, Barcelona mencoba untuk memaksa lawan melakukan kesalahan di kedalaman pertahanan sendiri atau paling tidak, memaksa Bayern memainkan bola-bola panjang.

tekanan-barcelona-menit-01-42
Tekanan Barcelona di menit 01:42. Sebiah pressing blok tinggi. Suarez lakuakn perssing pada Rafinha dengan baik, memaksa Rafinha untuk melepasa umpan yang prematur pada Bastian Schweinsteiger yang berada dalam situasi jebakan presing 3 v 2. Anda juga bisa lihat bagaimana Neymar dan Iniesta bertukar posisi. Sebuah pelajaran pressing dan pertukaran posisi tanpa meninggalkan ruang berbahaya bagi bentuk pertahanan sendiri.

Salah 1 repon Bayern terhadap pressing berintensitas tinggi ini adalah, mereka coba merusak bentuk pressing ini (seklaigus membuka pertahanan Barcelona) melalui umpan jauh diagonal. Dari 1/3 pertahanan sendiri, Xabi alonso atau Jerome Boateng akan coba mencapai sisi kiri lapangan, area di mana Bernat bermain. Mengarahkan bola ke sisi kiri, bukan semata-mata disebabkan oleh Bernat yang secara natural merupakan seorang bek sayap murni. Tetapi, Pep juga tampak berusaha mengeksploitasi area kerja Alves (di kanan). Sesuatu yang logis mengingat Alvesa akan dengan sangat senang untuk bergerak ke depan untuk memainkan kombinasi serangan dengan Messi dan Rakitic. Dan hal ini, sangat mungkin meninggalkan ruang kosong yang bisa dieksploitasi. Kesimpulan sementara, opsi umpan pada Bernat merupakan sesuatu yang logis.

Tetapi, hal tersebut tidak lantas membuat Bayern dengan mudah membongkar pertahanan Barcelona. Masalahnya sudah jelas. Bayern kehilangan sebagian kreativitas dan daya rusak, karena mereka kehilangan Robery dan David Alaba. Sepanjang pertandingan, Bayern membuat 4 penciptaan peluang (dari permainan terbuka), bandingkan dengan Barcelona yang berhasil membuat 12 penciptaan peluang, yang 3 di antaranya menjadi assist. Kebanyakan permainan sayap bayern berakhir dengan umpan silang yang tidak membuahkan apa pun.

Pada fase bertahan, Bayern (secara mengejutkan) memainkan sistem penjagaan perorangan. Sesuatu yang mengejutkan, mengingat merupakan hal yang sulit menghentikan trio MSN Barcelona menggunakan sistem jaga perorangan dalam bentuk 3 pemain belakang!! Ya, 3 lawan 3. Yang membuat segalanya makin buruk, beberapa momen memperlihatkan ketidak disiplinan pemain Bayern menjalankan sistem ini. Sebuah momen di menit 12 memperlihatkan hal tersebut.

kelemahan-sistem-penjagaan-perorangan
Kelemahan sistem penjagaan perorangan Bayern. Dalam sebuah situasi 2 v 2, benatia lakukan press pada Neymar. Thiago seharusnya menjadi pemain yang menjaga Alba. Tetapi, ia tidak melakukannya. Alba menemukan celah kosong (2) dan menjemput umpan terobosan Neymar (1). Hal ini, pada gilirannya, memaksa Boateng untuk meninggalkan pemain lawan yang seharusnya dijaga olehnya (Suarez). Untungnya bagi Bayern, Xabi tidak sedang diganggu oleh Iniesta atau rakitic. Sehingga, ia bisa menghadapi Suarez dan menghentikannya saat bola umpan Alba berada di kakinya.

Dari keberhasilan Xabi menghentikan Suarez, Bayern membangun ulang serangan dan coba menghajar Barcelona dari sisi kiri. Tetapi, sekali lagi, hal ini hanya berakhir dengan sundulan Lewandowski yang melambung, setelah ia memanfaatkan umpan silang dari Schweinsteiger.

Partai ini merupakan partai di mana perang pressing blok tinggi sangat jelas terlihat. Barcelona memilih cara pressing ini, begitu juga dengan Bayern. Bayern lakukan pressing pada Barcelona dimulai dari 1/3 pertahanan Barcelona, dengan sistem penjagaan perorangan. Barcelona meresponnya dengan menggunakan Marc Andre ter Stegen sebagai “pemain bebas” untuk meloloskan diri dari pressing ini. Sebagai satu-satunya pemain Barcelona yang bebas dari pressing, Barcelona gunakan dirinya sebagai jalan keluar. Dengan kemampuannya mengambil bola gawang umpan jauh, umpan yang dilepaskan Stegen tentu bisa berbahaya terutama, bila mencapai target yang diicarnya. Momen di menit 11 memperlihatkan hal tersebut.

messi-memenangkan-duel-udara
Messi memenangkan duel udara. Lihat pressing blok tinggi Bayern. Pengambilan posisi pemain Barcelona dalam merespon pressing ini merupakan sesuatu yang menarik. Lini tengha mereka turun jauh ke bawah yang sekaligus menciptakan jarak besar antara lini tengah dan depan. Lingkaran hitam merupakan area di mana jarak tersebut tercipta. Hal ini dimaksudkan agar Barcelona terus mampu menekan lini belakang Bayern, sekaligus memberikan area gerak besar bagi para penyerangnya saat bola dari belakang langsung diarahkan ke lini serang (tanpa melewati lini tengah).

Sebagai pemain yang bebas pressing, Stegen mampu memilih mana target umpan yang paling logis. Umpannya pada Messi bukan hanya tepat, tetapi, Messi pun lakukan pergerakan yang sangat baik dan mengalahkan Rafinha dalam duel udara. Hal ini menciptakan situasi 1 lawan 1 antara Suarez dengan Neuer. Untungnya, Neuer mampu menghalaunya.

Dua poin utama dari momen ini adalah, betapa berbahayanya sistem penjagaan perorangan dalam bentuk 3 pemain belakang menghadapi trio serang Barcelona. Salah 1 faktor penyebabnya, adalah, tidak adanya “pemain bebas” yang meng-cover pada 3 pemain ini saat 1 dari ke-tiga penyerang memegang bola. Anda bisa bandingkan jika Bayern gunakan sistem 4 pemain belakang. Dengan 4 bek, saat 3 dia antara 4 bek menjaga 3 penyerang Barcelona, ada 1 pemain yang bebas untuk berikan cover. Ini tidak ditemui dalam sistem 3 bek. Guardiola, secara tidak langsung, sedang melawan kepercayaan pribadinya terhadap prinsip permainan posisionalnya sendiri. Yang salah satunya adalah, menciptakan situasi di mana timnya selalu memiliki 1 “pemain bebas” untuk memastikan terciptanya superioritas jumlah pemain, terhadap lawan.

jarak-besar-tercipta
Jarak besar tercipta dari pandainya permainan antar lini Barcelona. Kombinasi pergerakan vertikal antara lini serang dan lini tengah.

14 menit setelah pertandingan berjalan, Pep mengubah bentuk permainan tim. Dari 3 bek ke 4 bek. Bayern bertransformasi dari 3-5-2 menjadi 4-1-2-1-2 narrow diamond.

bentuk-permainan-setelah-25-menit-awal
Bentuk permainan setelah 25 menit awal pertandingan.

Messi mengisi area nomor 10. Terkadang, dalam fase bertahan, Suarez turun ke bawah, lebih dalam daripada yang dilakukan Messi. Hal ini ditujukan untuk membantu lini tengah membangun formasi pressing. Dari fase menyerang, kombinasi Rakitic, Alves, dan Messi di sisi kanan merupakan sesuatu yang sangat menarik. Sebuah kombinasi indah antara ke-tiganya.

Bayern sendiri, seperti yang disebutkan di atas, juga mengubah bentuk mainnya. Mereka sekarang gunakan bentuk berlian di depan 4 pemain belakang. Schweinsteiger dan Thiago secara bergantian mengisi area gelandang serang tengah (area kerja nomor 10). Saat berada dalam fase bertahan, terutama saat bertahan di area saya, Schweinsteiger dan Xabi yang menolong Rafinha-Lahm ( di kanan) dan Bernat-Thiago (di kiri) untuk overload tiap area sayap terkait.

Perang antara bentuk berlian dan bentuk menyerang Barcelona menjadi sangat menarik. Sebah momen dari menit 38 : 45 menunjukan hal ini.

 momen-yang-brilian
Momen yang brilian. Kombinasi serangan Barcelona di kanan menghadapi bentuk bertahan berlian milik Bayern. Sebuah pertarungan di area sayap kanan Bayern

3 pemain Barcelona memenuhi area kanan. Bayern mencoba mengatasinya dengan menempatkan 4 pemain dalm formasi pressing yang mereka ciptakan. Messi berhasil menemukan celah umpan pada Iniesta, untuk lari dari pressing 4 pemain Bayern. Dalam waktu yang begitu sempit, Alves bergerak ke depan, mengisi posisi penyerang yang biasanya diemban Messi. Iniesta melihatnya, sebuah umpan cungkil pad Alves mendarat di belakang para pemain belakang Bayern. Sebuah kesempatan emas, yang untuk kesekian kalinya, Neuer sukses menyelamatkannya.

Babak ke-dua

Dalam 10 menit awal babak ke-dua, Bayern tampak sukses menahan Barcelona. Oleh Pep, lini tengah Bayern didorong sedikit lebih maju. Ketika Barcelona membangun serangan dari belakang, Lahm dan Thiago diminta untuk mengawasi Alba dan Alves. Dengan para pemain Bayern yang bermain di area tengah + 2 penyerang yang lakukan tekanan di sana, Barcelona dipaksa memainkan beberapa bola-bola panjang. Saat Bayern sukses mengambil alih penguasaan bola (di sisi kanan, misalnya), karena buruknya umpan juah Barcelona, Lahm akan mengisi half space, Rafinha bergerak ke depan di area sayap dan Thiago bergerak turun ke bawah untuk menjemput bola. Tetapi, sekali lagi, permasalahannya masih sama. Tanpa Alaba dan terutama Robery, Bayern kehilangan kecepatan dan sebagian kreativitas di area serang. Ini, pada gilirannya, menyia-nyiakan superioritas lini tengah Bayern. Bayern tampak berhasil memaksimalkan superioritas alami dari sisi jumlah pemain (4 v 3 antara narrow diamond 4 pemain Bayern menghadapi 3 gelandang tengah Barcelona). tetapi, segalanya hanya sampai tahap tersebut. Karena, saat mendekati kotak penalti dan ciptakan tembakan, Bayern dikalahkan Barcelona dari sisi ini.

kekompakan-horisontal-yang-baik
Kekompakan horisontal yang baik. Kombinasi antara sisi sayap (kanan) dan half space dalam membentuk menghadirkan serangan dari sisi sayap berlawanan (kiri). Kombinasi ini menciptakan kesempatan yang sangat baik bagi Bayern. Saat Bernat mendekat ke kotak penalti, ada 3 pemain Bayern di dalamnya. Tetapi, sekali lagi, tidak ada pentrasi yang cukup, yang biasanya ditawarkan oleh Robery.

Tidak banyak perubahan besar dilakukan oleh ke-dua juru taktik. Sampai menit 75, Bayern tampak kuat di tengah dalam menghadapi lini tengah Barcelona. Ada tanda di mana partai ini bisa saja berakhir dengan hasil imbang. Tetapi kemudian, sebuah momen yang snagat cepat mengubah segalanya. Sebuah kombinasi antara gegenpressing dan kebrilianan individual dalam diri Lionel Messi yang memberikan perbedaan. Sebuah pressing dan tackle yang baik oleh Alves pada Bernat, yang menggulirkan bola ke wilayah di mana Bayern dalam situsais membingungkan, karena, Alves dan Rakitic sama-sama menjadi tidak terkawal di sisi kiri. Dalam situasi ini, keputusan Xabi dan Boateng untuk meninggalkan posisi mereka untuk berikan tekanan pada Alves dan Rakitic malah berikan ruang besar bagi Messi untuk lakukan tendangan ke gawang. Barcelona 1-0 Bayern.

Gol ke-dua merupakan buah kebrilianan lain dari seorang Lionel Messi. Selain juga merupakan kegagalan Bayern dalam ciptakan overloading yang tepat di sisi kiri. Bernat memposisikan dirinya lebih ke depan ketimbang Messi. Sebuah umpan dari Rakitic menempatkan Messi dalam situasi 1 lawan 1 dengan Boateng. Kebanyakan orang dan Boateng sendiri mungkin berpikir Messi akan menempatkan bola ke tiang dekat dengan kaki kirinya, tetapi, Messi tidak melakukan hal yang jadi salah satu kebiasaannya. Ia melewati Boateng dan memutuskan untuk lakukan tembakan dengan kaki kanannya ke tiang jauh.

Kesimpulan

Lepas dari ketidakmampuan Bayern menciptakan gol, pada kenyataannya, Bayern menunjukan beberapa permainan yang menjanjikan di lini tengah. Sampai sebelum gol pertama, babak ke-dua berjalan dengan seimbang. Bayern bisa ciptakan beberapa kombinasi permainan dan pressing bagus dalam menghadapi permainana posisional Barcelona. Selain itu, penampilan Bayern banyak terbantukan oleh cemerlangnya Manuel Neuer. Banyak momen mengerikan yang bisa saja menjadi gol sejak awal, jika bukan Neuer yang jadi pengawal gawang Bayern.

Dalam pertandingan ini pula, pentingnya variasi serangan menjadi sangat jelas. Kehilangan 2 pemain dalam lini serangnya betul-betul menimbulkan kerugian bagi Bayern. Mereka gagal menghasilkan gol. Mereka kehilangan sebagian kecepatan dan kreativitas di lini depan. Sekali lagi, ini soal variasi serangan. Soal menciptakan banyak kombinasi serangan yang mampu membuat lawan terus dalam situasi “menebak-nebak” sepanjang pertandingan.

Di sisi lain, Barcelona merupakan tim yang brilian. Luis Suarez dengan pergerakan tanpa bola dan kerja kerasnya selalu mampu menciptakan dimensi permainan berbeda bagi Barcelona. Messi sendiri sangat mengagumkan. Ia merupakan pembeda sesungguhnya. Luis Enrique, sekali lagi, tunjukan rencananya untuk membangun permainan dengan trio penyerang sebagai pusat permainan Barcelona merupakan sebuah keputusan yang tepat, yang mampu memberikan Barcelona hasil yang positif.

Terima kasih untuk membaca tulisan ini. Anda bisa follow saya di Twitter @ryantank100

Advertisements

2 thoughts on “Barcelona versus FC Bayern : Lionel Messi, Pembeda Sesungguhnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s